Imigrasi Karawang Gelar Siraman Rohani, Tekankan Profesionalitas Bekerja sebagai Nilai Ibadah
KARAWANG – Profesionalitas dalam bekerja tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab kedinasan, tetapi juga dapat bernilai ibadah apabila dilandasi kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab. Hal ini menjadi pesan utama dalam kegiatan siraman rohani yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Kamis (22/10).
Kegiatan yang diikuti jajaran pejabat struktural, pegawai, peserta magang, dan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) menghadirkan Ihab Sihabudin sebagai penceramah dengan mengusung tema “Menjaga Hati di Tengah Arus Perubahan Zaman: Membentengi Diri dari Pengaruh Negatif Lingkungan dan Media Sosial”.
Dalam tausiahnya, Ihab mengingatkan pentingnya menjaga hati di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh lingkungan. Ia menekankan bahwa ilmu dan iman menjadi bekal untuk menyaring informasi serta membentengi diri dari pengaruh negatif media sosial.
“Di tengah arus perubahan zaman dan derasnya informasi di media sosial, kita harus mampu membentengi diri dengan ilmu dan iman. Tidak semua yang kita lihat dan dengar harus kita ikuti. Jagalah hati, amalkan ilmu yang dimiliki, dan jangan sampai perkembangan zaman menjauhkan kita dari nilai-nilai agama,” pesannya.
Selain itu, Ihab menekankan pentingnya mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kualitas ibadah melalui salat yang khusyuk. Ibadah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membentuk perilaku yang lebih baik.
Di tempat yang sama, Kepala Urusan Kepegawaian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Frilla Fitria Chaeryah menyampaikan bahwa kegiatan siraman rohani menjadi momentum bagi pegawai untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter yang berintegritas dalam menjalankan tugas.
“Melalui kegiatan siraman rohani ini, kami berharap seluruh pegawai dapat terus memperkuat keimanan dan menjaga integritas dalam bekerja. Nilai-nilai yang diperoleh hendaknya tidak hanya menjadi pengingat dalam kehidupan pribadi, tetapi juga diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari agar kita dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Penulis: Irene Nadhifa Amanda
Editor: Guntur Widyanto











