Apel Pagi Imigrasi Karawang Tekankan Disiplin dan Pelayanan Tanpa Diskriminasi

KARAWANG — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang melaksanakan apel pagi yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kedisiplinan serta memastikan kualitas pelayanan keimigrasian tetap berjalan optimal dan berintegritas.

Dalam amanatnya, Kepala Subseksi Verifikasi dan Adjudikasi Dokumen Perjalanan, Heru Al Zulkifli Aim, menekankan pentingnya menjaga disiplin dalam bekerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Seluruh pegawai harus menjaga kedisiplinan dalam bekerja serta memberikan pelayanan yang sama kepada setiap pemohon, tanpa membeda-bedakan antara pemohon WNI maupun WNA. Pelayanan harus dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai prosedur,” ujarnya, Senin (27/04).

Ia juga menegaskan bahwa prinsip keadilan dan kesetaraan dalam pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Sikap profesional dan tidak diskriminatif diharapkan dapat menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman dan transparan bagi seluruh pemohon.

Melalui apel pagi ini, seluruh jajaran diharapkan dapat terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan layanan yang adil dan merata kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

 

Penulis: Ken Shania Aurora

Editor: Guntur Widyanto

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Imigrasi Karawang Gelar Medical Check Up Pantau Kesehatan Pegawai

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang melaksanakan kegiatan medical check up bagi para pegawai yang terdiri dari pejabat struktural, CPNS, serta pegawai lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran pegawai agar tetap optimal dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemeriksaan yang dilakukan merupakan medical check up secara menyeluruh, meliputi pengecekan kondisi umum kesehatan serta berbagai pemeriksaan penunjang lainnya sesuai dengan standar layanan kesehatan.

Kepala Subbagian Tata Usaha, Yovita Mahendrakasih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian instansi terhadap kesehatan pegawai.

“Melalui kegiatan medical check up ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai dalam kondisi sehat sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” ujarnya Senin (13/04).

Ia juga menambahkan bahwa kesehatan pegawai menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kesehatan pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala,” pungkasnya.

 

Penulis: Umi Widarasari

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Karawang Gelar Siraman Rohani, Ajak Pegawai Jaga Keimanan di Bulan Syawal

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menggelar kegiatan siraman rohani bagi seluruh pegawai sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dan menjaga semangat keimanan setelah menjalani bulan Ramadan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjaga dan Mempertahankan Keimanan di Bulan Syawal” dengan menghadirkan Ubaidillah sebagai narasumber.

Siraman rohani ini menjadi momentum bagi para pegawai untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan setelah Ramadan berakhir. Dalam penyampaiannya, Ubaidillah menekankan bahwa bulan Syawal merupakan waktu yang tepat untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dilakukan selama bulan Ramadan.

Ubaidillah menjelaskan bahwa salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syawal adalah menjalankan puasa Syawal selama enam hari. Amalan tersebut memiliki keutamaan yang besar karena pahalanya disetarakan dengan berpuasa selama satu tahun.

“Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan penyempurna dari ibadah puasa Ramadan. Dengan melaksanakannya, seolah-olah kita berpuasa sepanjang tahun,” jelas Ubaidillah.

Dalam kesempatan tersebut, Ubaidillah juga menyampaikan pentingnya wakaf sebagai salah satu amalan jariyah yang memiliki keutamaan besar. Ia menjelaskan bahwa wakaf merupakan bentuk sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh banyak orang.

“Keutamaan wakaf adalah pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang berwakaf telah meninggal dunia, selama manfaat dari wakaf tersebut masih dirasakan oleh orang lain,” ungkapnya.

Melalui kegiatan siraman rohani ini, diharapkan seluruh pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang dapat terus menjaga semangat ibadah, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

 

Penulis: Zaki Mulyono

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Karawang Ikuti Kegiatan Arahan oleh Direktur Jenderal Imigrasi

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengikuti kegiatan pengarahan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, pada Senin (06/04). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh seluruh jajaran imigrasi di Indonesia.

Kegiatan pengarahan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, serta meningkatkan kualitas kinerja seluruh satuan kerja. Dalam arahannya, Direktur Jenderal Imigrasi menekankan pentingnya peran strategis imigrasi dalam menjaga kedaulatan negara.

“Imigrasi bukan sekadar urusan paspor atau dokumen perjalanan, melainkan penjaga gerbang negara, filter pertama kedaulatan, serta instrumen strategis dalam mengelola lalu lintas orang melalui selective policy,” ujar Hendarsam.

Lebih lanjut, Hendarsam juga menegaskan bahwa penguatan tugas dan fungsi keimigrasian harus dilakukan secara konsisten dan terukur di seluruh lini kerja, guna memastikan pelayanan yang optimal serta pengawasan yang efektif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Kantor Imigrasi Karawang dapat semakin memahami arah kebijakan yang disampaikan serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Penulis: Umi Widarasari

Editor: Guntur Widyanto

Apel Pagi Imigrasi Karawang Tekankan Disiplin Penggunaan PDH

KARAWANG — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menegaskan pentingnya kedisiplinan penggunaan seragam dinas harian (PDH) dan kelengkapan atribut bagi seluruh pegawai melalui apel pagi yang digelar pada Senin (6/4).

Dalam amanatnya, Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Raheysha, mengingatkan bahwa seluruh pegawai wajib menggunakan PDH secara konsisten mulai hari Senin hingga Kamis dengan atribut lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kedisiplinan dalam menggunakan seragam tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan internal, tetapi juga menjadi bagian dari identitas institusi dan cerminan profesionalisme aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Seragam PDH harus digunakan dari hari Senin sampai Kamis dengan atribut yang lengkap. Kedisiplinan dalam penampilan merupakan bagian dari identitas institusi dan mencerminkan profesionalisme kita sebagai petugas pelayanan publik,” ujar Raheysha.

Ia juga menegaskan bahwa atribut seperti papan nama, tanda pengenal, serta kelengkapan seragam lainnya harus selalu dikenakan. Kerapihan dan keseragaman penampilan, lanjutnya, turut berperan dalam membangun citra positif instansi di mata masyarakat.

Melalui apel pagi tersebut, seluruh pegawai diharapkan dapat terus menjaga disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, termasuk dalam mematuhi ketentuan penggunaan seragam dinas sebagai bagian dari tata tertib kantor.

 

Penulis: Ken Shania Aurora

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Karawang Perkuat Kedisiplinan Pegawai melalui Apel dan Sistem Reward–Punishment

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang terus berkomitmen dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai sebagai bagian dari upaya optimalisasi kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan apel pagi dan akan diadakannya apel sore sebagai sarana monitoring kehadiran serta kesiapan pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi.

Kepala Subbagian Tata Usaha, Yovita Mahendrakasih mengatakan, kehadiran dalam berbagai kegiatan internal seperti bimbingan rohani dan olahraga juga menjadi indikator dalam menilai tingkat kedisiplinan pegawai. Partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan.

“Jika terdapat pegawai yang memiliki tingkat kehadiran rendah, maka akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab serta menentukan langkah pembinaan yang tepat,” ujarnya, Selasa (31/3).

Lebih lanjut, Yovita menjelaskan, untuk mendorong peningkatan kinerja, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menerapkan sistem reward dan punishment secara proporsional. Pegawai yang menunjukkan kinerja dan kedisiplinan yang baik diberikan penghargaan sebagai pegawai teladan melalui mekanisme penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan serta melibatkan proses voting. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja serta memperkuat budaya kerja yang positif.

“Secara umum, tingkat kedisiplinan pegawai di Kantor Imigrasi Karawang dinilai berada pada kategori baik. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat partisipasi pegawai dalam apel dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan,” jelasnya.

Yovita menegaskan, kedisiplinan harus dimulai dari diri sendiri. pembentukan kedisiplinan merupakan proses yang memerlukan konsistensi dan komitmen.

“Disiplin itu berawal dari diri kita sendiri. Setiap individu merupakan pemimpin bagi dirinya, sehingga harus mampu mengendalikan diri, melawan rasa malas, dan mengelola waktu dengan baik. Dengan demikian, kedisiplinan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi lingkungan kerja,” tutupnya.

 

Penulis: Citra Firza Azizah

Editor: Guntur Widyanto

Apel Pagi Pasca Libur Idulfitri, Imigrasi Karawang Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menggelar Apel Pagi, Senin (30/3). Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh pegawai untuk kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab setelah menjalani masa libur dan cuti bersama Lebaran.

Dalam apel tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa setelah libur panjang, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian akan meningkat sehingga seluruh pegawai harus siap memberikan pelayanan yang optimal.

“Pasca libur Lebaran ini, mari kita bangun kembali semangat kerja yang lebih baik. Masyarakat sudah menunggu pelayanan dari kita, berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Andro.

Lebih lanjut, Andro juga menekankan pentingnya menjaga sikap ramah dan responsif dalam melayani masyarakat sebagai wujud nyata reformasi birokrasi. Dengan semangat baru, diharapkan seluruh jajaran mampu memberikan pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Semangat kebersamaan dan dedikasi yang terbangun diharapkan harus menjadi energi positif dalam menjalankan tugas, demi mewujudkan pelayanan keimigrasian yang semakin baik dan terpercaya,” jelasnya.

 

Penulis: Citra Firza Azizah

Editor: Guntur Widyanto

Tingkatkan Kualitas Layanan, Imigrasi Karawang Gelar Pelatihan Hospitality

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menggelar Pelatihan Hospitality Pelayanan Prima, Rabu (4/3). Kegiatan
diikuti oleh pegawai yang terlibat langsung dalam pelayanan publik, mulai dari petugas Customer Services, wawancara paspor, hingga pengelola aduan masyarakat.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Yovita Mahendrakasih, mengatakan bahwa pelatihan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi etika komunikasi, sikap responsif dalam melayani masyarakat, penanganan keluhan, serta penguatan citra positif instansi. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan simulasi pelayanan untuk meningkatkan pemahaman peserta secara aplikatif.

“Pelayanan prima bukan hanya tentang prosedur, tetapi juga sikap, komunikasi, dan empati dalam melayani masyarakat. Melalui pelatihan hospitality ini, kami berharap seluruh jajaran semakin memahami pentingnya memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Yovita menambahkan, kegiatan penguatan kompetensi pegawai akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen instansi dalam menjaga standar pelayanan publik yang optimal dan berintegritas.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat serta mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih positif bagi pemohon layanan keimigrasian.

 

Penulis: Evi Mutmainah

Editor: Guntur Widyanto

Tausiah Ramadan, Imigrasi Karawang Ajak Jajaran Perkuat Ketakwaan

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menggelar kegiatan tausiah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan Ramadan, Jumat (27/02). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat beserta jajaran, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Jawa Barat.

Tausiah mengangkat tema “Ramadan Momen Menuju Bertuhan Sepanjang Jalan” dan disampaikan oleh Ustaz Endih Nurudin. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa kewajiban berpuasa di bulan Ramadan merupakan sarana pembentukan pribadi yang bertakwa.

“Iman hanya potensi, tapi takwa adalah prestasi rohani,” ujar Endih dalam penyampaiannya.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap persoalan yang dihadapi manusia tidak akan menjadi kendala apabila disertai dengan doa dan ketergantungan kepada Allah.

“Tidak ada masalah yang rumit, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan,” katanya.

Kegiatan tausiah ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Imigrasi untuk memahami kembali makna dan tujuan utama ibadah puasa, yakni membentuk pribadi yang bertakwa serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

 

Penulis: Citra Firza Azizah

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Karawang Gelar Siraman Rohani, Ingatkan Ramadan sebagai Momentum Pengendalian Diri

KARAWANG – Menyambut datangnya Ramadan, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menggelar kegiatan Siraman Rohani dengan Tema “Ramadan Sebagai Monentum Pengendalian Diri”, Kamis (12/2).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, mulai dari pejabat manajerial dan nonmanajerial, PPPK, CPNS, pegawai outsourcing, serta siswa/i magang dan PKL. Siraman rohani digelar sebagai upaya untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan kesadaran pegawai dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Ustadzah Maira Utami selaku narasumer menyampaikan bahwa Bulan Ramadan merupakan momentum bagi setiap individu untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melatih pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam linkungan kerja.

“Setiap amal ibadah, sekecil apapun, memiliki nilai pahala yang berlipat ganda di Bulan Ramadan, sehingga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana intropeksi diri yang dapat diimplementasikan dalam sikap dan perilaku saat bekerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengendalian emosi, kesabaran, serta kemampuan menahan hawa nafsu dan amarah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, emosi, dan sikap dalam melayani. Ketakwaan itu harus tercermin dalam perilaku kita sehari-hari, termasuk saat bekerja dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan siraman rohani ini, diharapkan seluruh jajaran Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, serta menghadirkan pelayanan yang lebih sabar, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

 

Penulis: Ken Shania Aurora
Editor: Guntur Widyanto