Bikin Paspor Kini Lebih Mudah, Ini Panduan Lengkap Menggunakan Aplikasi M-Paspor

Mengurus paspor kini tidak lagi harus datang langsung ke kantor imigrasi hanya untuk mengambil antrean. Melalui aplikasi M-Paspor, masyarakat dapat melakukan pendaftaran permohonan paspor secara online sehingga proses di kantor imigrasi menjadi lebih cepat dan tertata.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengatur jadwal kedatangan sekaligus mengunggah dokumen persyaratan sebelum datang ke kantor imigrasi. Dengan sistem ini, pemohon hanya perlu datang sesuai jadwal untuk menjalani proses verifikasi berkas, wawancara, foto, dan perekaman biometrik.

Agar tidak bingung saat menggunakannya, berikut tahapan penggunaan aplikasi M-Paspor yang perlu diketahui.

1. Unduh Aplikasi dan Registrasi Akun

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi M-Paspor melalui Google Play Store atau App Store. Setelah aplikasi terpasang, pemohon perlu membuat akun dengan mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat email aktif, serta nomor telepon.
Setelah itu, sistem akan mengirimkan email verifikasi untuk mengaktifkan akun.

2. Ajukan Permohonan Paspor

Setelah akun aktif, pemohon dapat memilih menu pengajuan permohonan. Pada tahap ini, pemohon menentukan jenis layanan yang dibutuhkan, seperti pembuatan paspor baru atau penggantian paspor yang masa berlakunya telah habis.

3. Unggah Dokumen Persyaratan

Pemohon kemudian diminta mengunggah dokumen yang diperlukan, seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, serta dokumen pendukung lain seperti akta kelahiran, buku nikah, atau ijazah.
Pastikan dokumen yang diunggah terlihat jelas dan dapat dibaca dengan baik agar proses verifikasi berjalan lancar.

4. Pilih Kantor Imigrasi dan Jadwal Kedatangan

Setelah dokumen diunggah, pemohon dapat memilih kantor imigrasi yang ingin didatangi serta menentukan jadwal kedatangan yang tersedia. Sistem kuota harian diberlakukan untuk menjaga kualitas pelayanan dan menghindari penumpukan pemohon pada hari yang sama.

5. Lakukan Pembayaran

Tahap terakhir adalah melakukan pembayaran setelah mendapatkan kode billing. Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai metode yang tersedia. Bukti pembayaran perlu disimpan karena akan diperiksa saat pemohon datang ke kantor imigrasi.

Setelah semua proses tersebut selesai, pemohon hanya perlu datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal yang telah dipilih dengan membawa dokumen asli. Di sana, pemohon akan menjalani proses verifikasi berkas, wawancara, pengambilan foto, serta perekaman biometrik.

Melalui layanan digital seperti M-Paspor, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang terus berupaya menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih mudah, profesional, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

 

Penulis: Winda Lestari

Editor: Guntur Widyanto

10 Kesalahan Kecil yang Sering Bikin Pengajuan Paspor Tertunda

KARAWANG – Mengurus paspor sering kali terlihat sederhana. Namun, tanpa disadari ada sejumlah kesalahan kecil yang justru bisa membuat proses permohonan tertunda bahkan harus diulang. Hal-hal yang tampak sepele, seperti kesalahan penulisan data hingga dokumen yang kurang lengkap, kerap menjadi kendala bagi pemohon.

Karena itu, masyarakat yang akan mengajukan paspor diimbau untuk mempersiapkan dokumen dan data dengan teliti sebelum datang ke kantor imigrasi. Dengan persiapan yang baik, proses permohonan paspor dapat berjalan lebih cepat dan lancar.

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah ketidaksesuaian data antar dokumen. Perbedaan kecil seperti satu huruf pada nama, tempat lahir, atau tanggal lahir antara KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah dapat memerlukan proses klarifikasi tambahan.

Kesalahan lain yang juga kerap terjadi adalah pengisian data yang tidak tepat pada aplikasi M-Paspor. Pemohon yang terburu-buru terkadang salah mengetik NIK, nama lengkap, atau tanggal lahir. Padahal, seluruh data yang dimasukkan harus sesuai dengan dokumen asli agar proses verifikasi berjalan lancar.

Selain itu, kelengkapan dokumen juga menjadi hal penting. Pemohon yang datang tanpa membawa dokumen asli, hanya membawa fotokopi yang kurang jelas, atau lupa membawa dokumen pendukung tertentu bisa membuat proses pelayanan tidak dapat dilanjutkan.

Dalam penulisan nama, terdapat pula aturan yang perlu diperhatikan. Bagi pemohon yang memiliki nama satu kata, diperlukan penyesuaian sesuai ketentuan. Sementara itu, gelar akademik maupun keagamaan tidak dicantumkan dalam paspor karena mengikuti standar internasional dari International Civil Aviation Organization (ICAO).

Hal lain yang kerap luput dari perhatian adalah ketentuan berpakaian saat proses foto paspor. Karena latar belakang foto berwarna putih, pemohon disarankan tidak mengenakan pakaian putih, kaos tanpa kerah, atau aksesoris berlebihan agar proses foto tidak perlu diulang.

Pemohon juga diharapkan datang sesuai jadwal yang dipilih melalui aplikasi. Ketidakhadiran pada waktu yang telah ditentukan dapat menyebabkan kuota hangus sehingga pemohon perlu melakukan pendaftaran ulang.

Saat proses wawancara, pemohon juga diminta memberikan keterangan yang jujur dan jelas. Wawancara dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dan tujuan pembuatan paspor. Informasi yang tidak sesuai dapat menyebabkan pemeriksaan tambahan.

Bagi pemohon yang melakukan penggantian paspor, paspor lama wajib dibawa untuk keperluan verifikasi. Selain itu, kondisi paspor juga perlu dijaga dengan baik. Paspor yang sobek, basah, atau rusak dapat memengaruhi proses penggantian.

Terakhir, masyarakat juga disarankan tidak mengurus paspor terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan. Jika terdapat kendala data atau verifikasi tambahan, proses bisa memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, proses pengajuan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang diharapkan dapat berjalan lebih lancar. Ketelitian dalam menyiapkan dokumen dan memastikan kesesuaian data menjadi kunci utama agar permohonan paspor dapat diproses tanpa hambatan.

 

Penulis: Umi Widarasari

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Karawang Ingatkan Orang Tua Pahami Syarat Pengajuan Paspor Anak

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengimbau masyarakat untuk memahami persyaratan dan ketentuan sebelum mengajukan permohonan paspor bagi anak. Kelengkapan dokumen serta kehadiran orang tua menjadi faktor penting agar proses pengajuan paspor dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Untuk permohonan paspor anak di bawah umur, khususnya usia di bawah lima tahun, terdapat sejumlah dokumen yang wajib disiapkan. Dokumen tersebut antara lain KTP elektronik kedua orang tua, Kartu Keluarga, akta kelahiran anak, serta buku nikah orang tua. Dalam kondisi tertentu, seperti orang tua yang telah bercerai, pemohon juga wajib melampirkan dokumen penetapan hak asuh.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Karawang, Madriva Rumadyo Gusmaritno, mengatakan bahwa kehadiran orang tua merupakan ketentuan penting dalam proses permohonan paspor anak.

“Selain dokumen, kehadiran orang tua juga menjadi syarat utama. Saat datang ke kantor imigrasi, anak wajib didampingi oleh kedua orang tua,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan paspor anak juga berbeda berdasarkan usia. Untuk anak di bawah lima tahun, permohonan dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor imigrasi melalui layanan prioritas. Sementara itu, bagi anak usia lima tahun ke atas, pendaftaran harus dilakukan terlebih dahulu melalui aplikasi M-Paspor sebelum datang sesuai jadwal yang dipilih.

Madriva menambahkan, pemahaman terhadap persyaratan sejak awal akan membantu mempercepat proses permohonan paspor serta meminimalkan kendala saat pengajuan.

“Dengan memahami persyaratan sejak awal, proses permohonan paspor anak dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

 

Penulis: Zaki Mulyono

Editor: Guntur Widyanto

Empat Kelompok Ini Bisa Urus Paspor Tanpa Antre Online di Imigrasi Karawang

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menyediakan layanan prioritas ramah Hak Asasi Manusia (HAM) bagi sejumlah kategori pemohon paspor. Melalui layanan ini, pemohon tertentu dapat langsung datang ke kantor imigrasi tanpa perlu mendaftar secara daring melalui aplikasi M-Paspor.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Karawang, Madriva Rumadyo Gusmaritno, mengatakan layanan tersebut diberikan untuk mempermudah kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam mendapatkan pelayanan keimigrasian.

“Layanan prioritas ramah HAM ini diperuntukkan bagi empat kategori pemohon, yaitu lansia di atas 60 tahun, balita, ibu hamil dan menyusui, serta penyandang disabilitas. Pemohon yang termasuk dalam kategori tersebut dapat langsung mengambil antrean di kantor imigrasi,” ujar Madriva, Selasa (3/3).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen imigrasi dalam memberikan pelayanan yang inklusif serta memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan akses layanan publik secara mudah dan nyaman.

Madriva menegaskan bahwa permohonan paspor yang diajukan melalui layanan ini tetap mengikuti waktu penyelesaian layanan reguler.

“Penerbitan paspor melalui layanan ramah HAM tetap mengikuti waktu penyelesaian layanan reguler, yaitu sekitar empat hari kerja,” jelasnya.

Namun, apabila pemohon membutuhkan paspor dalam waktu yang lebih cepat, mereka tetap dapat memanfaatkan layanan percepatan paspor dengan ketentuan yang berlaku.

“Jika pemohon layanan ramah HAM membutuhkan paspornya segera, pemohon dapat mengajukan layanan percepatan dengan biaya tambahan sebesar Rp1 juta di luar biaya penerbitan paspor,” pungkasnya.

 

Penulis: Ahnaf Arzaqu Zaki Jumadi

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Karawang Tegaskan Kewajiban Foto dan Biometrik bagi Pemohon Izin Tinggal

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menegaskan bahwa setiap pemohon layanan izin tinggal wajib mengikuti proses pengambilan foto, data biometrik, serta wawancara di kantor imigrasi. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh Warga Negara Asing (WNA) yang mengajukan permohonan izin tinggal di Indonesia.

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Raheysha mengatakan proses tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi identitas dan administrasi keimigrasian yang harus dilalui oleh pemohon. Proses pengambilan foto, data biometrik, dan wawancara dilakukan setelah berkas persyaratan pemohon dinyatakan lengkap oleh petugas imigrasi.

“Setelah berkas dinyatakan lengkap oleh petugas, pemohon layanan izin tinggal dapat melanjutkan ke proses pengambilan foto, data biometrik, dan wawancara,” ujarnya, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, sebelum datang ke kantor imigrasi, pemohon terlebih dahulu diwajibkan untuk mengunggah secara mandiri seluruh dokumen persyaratan melalui laman evisa.imigrasi.go.id. Setelah seluruh dokumen berhasil diunggah, sistem akan menampilkan kode pembayaran yang menjadi tahapan berikutnya dalam proses permohonan izin tinggal.

Selanjutnya, pemohon dapat datang ke kantor imigrasi untuk melakukan konfirmasi kelengkapan berkas sekaligus mengikuti proses pengambilan foto, biometrik, dan wawancara.

Raheysha menambahkan, setelah seluruh tahapan tersebut dilalui, izin tinggal pemohon akan diproses untuk penerbitan dengan estimasi waktu sekitar tiga hingga empat hari kerja. Dokumen izin tinggal yang telah diterbitkan kemudian akan dikirimkan melalui surat elektronik yang terdaftar pada akun eVisa pemohon.

Namun, apabila ditemukan ketidaksesuaian pada dokumen yang diunggah, pemohon diwajibkan memperbaiki dan melengkapi berkas terlebih dahulu sebelum dapat melanjutkan ke tahap foto dan wawancara.

“Kami berharap para pemohon izin tinggal dapat memastikan seluruh berkas yang diunggah telah sesuai dengan ketentuan agar proses pelayanan dapat berjalan lancar dan optimal,” pungkasnya.

 

Penulis: Ahnaf Arzaqu Zaki Jumadi

Editor: Guntur Widyanto

Begini Tips Agar Foto Paspor Terlihat Rapi

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengimbau masyarakat untuk memperhatikan penampilan saat proses pengambilan foto paspor. Tahapan ini merupakan bagian penting dari pembuatan paspor karena foto akan digunakan sebagai identitas resmi selama masa berlaku dokumen perjalanan tersebut.

Beberapa hal sederhana perlu diperhatikan pemohon agar hasil foto terlihat rapi sekaligus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Salah satunya dengan mengenakan pakaian yang sopan dan tidak berwarna putih agar tidak menyatu dengan latar belakang foto.

Selain itu, pemohon juga tidak diperkenankan menggunakan kacamata, topi, maupun aksesori yang dapat menutupi bagian wajah. Rambut juga disarankan ditata rapi agar tidak menutupi area wajah saat proses pengambilan foto berlangsung.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Karawang, Madriva Rumadyo Gusmaritno, mengatakan foto paspor harus memenuhi standar tertentu karena digunakan sebagai identitas resmi dalam dokumen perjalanan.

“Foto paspor harus memenuhi standar yang telah ditetapkan agar dapat digunakan sebagai identitas resmi. Kami mengimbau pemohon untuk memperhatikan ketentuan berpakaian dan posisi saat pengambilan foto,” ujar Madriva, Selasa (3/3).

Ia juga mengingatkan pemohon untuk menjaga posisi tubuh tetap tegak dan menghadap kamera dengan ekspresi wajah netral saat pengambilan foto dilakukan.

Menurutnya, persiapan sederhana sebelum datang ke kantor imigrasi tidak hanya membantu menghasilkan foto paspor yang lebih baik, tetapi juga mendukung kelancaran proses pelayanan.

Dengan mematuhi ketentuan tersebut, diharapkan proses pengambilan foto paspor dapat berlangsung lebih cepat, tertib, serta menghasilkan dokumen perjalanan yang sesuai dengan standar keimigrasian.

 

Penulis: Evi Mutmainah

Editor: Guntur Widyanto

Begini Prosedur Perubahan Biodata Paspor di Kantor Imigrasi Karawang

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang memberikan penjelasan mengenai prosedur perubahan biodata paspor bagi masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data pada dokumen perjalanan tersebut. Perubahan dapat diajukan apabila terdapat kesalahan penulisan maupun perubahan data identitas pemohon.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Madriva Rumadyo Gusmaritno, mengatakan permohonan perubahan biodata harus didukung dokumen persyaratan yang lengkap dan sah.

“Perubahan biodata paspor hanya dapat diproses apabila pemohon melampirkan dokumen pendukung yang sah, seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, buku nikah, atau dokumen resmi lain yang menunjukkan data yang benar,” ujarnya, Jumat (27/02).

Ia menjelaskan, pemohon wajib datang langsung ke kantor imigrasi untuk mengajukan permohonan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam proses tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan dokumen guna memastikan kebenaran data serta dasar permohonan perubahan biodata.

“Pemohon harus mengajukan permohonan BAP dan mengikuti alur pelayanan yang berlaku. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi syarat, barulah perubahan biodata dapat diproses sesuai ketentuan,” kata Madriva.

Imigrasi Karawang juga mengimbau masyarakat agar teliti memeriksa data diri sebelum paspor diterbitkan. Ketidaksesuaian data berpotensi menimbulkan kendala administratif, terutama saat dokumen digunakan untuk keperluan perjalanan ke luar negeri.

 

Penulis: Umi Widarasari

Editor: Guntur Widyanto

Imigrasi Terbitkan Kebijakan Penanganan WNA Overstay Dampak Penutupan Jalur Udara di Timur Tengah

KARAWANG – Direktorat Jenderal Imigrasi menerbitkan kebijakan khusus untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang overstay akibat penutupan jalur udara di Kawasan Timur Tengah. Salah satunya, dengan memberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) untuk masa berlaku paling lama 30 (tiga puluh) hari.

“Imigrasi memberikan masa berlaku izin tinggal paling lama sebanyak 30 hari sambil mencermati dinamika yang terjadi di Kawasan Timur Tengah,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, Selasa (3/3).

Andro menjelaskan, apabila dalam kurun waktu tersebut jalur udara di Kawasan Timur Tengah masih ditutup, maka dapat dilakukan perpanjangan kembali dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Sementara itu, bagi WNA yang mengalami overstay karena kendala penerbangan akibat konflik atau keadaan darurat, dapat dikenakan tarif Rp 0. Namun terdapat sejumlah persyaratan khusus yang wajib dipenuhi.

“WNA harus melampirkan surat keterangan/declaration dari Aviation Civil Authority (maskapai/otoritas bandara) terlebih dahulu, baru akan kami proses permohonannya,” jelasnya.

Andro menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan pengawasan keimigrasian tetap berjalan optimal di tengah situasi global yang dinamis. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang juga terus meningkatkan koordinasi serta pemantauan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA di wilayah kerjanya.

“Kami mengimbau agar para WNA maupun penjamin segera melaporkan apabila menghadapi kendala izin tinggal akibat gangguan penerbangan, sehingga dapat ditangani sesuai prosedur dan tidak menimbulkan permasalahan hukum keimigrasian,” pungkasnya.

 

Penulis: Umi Widarasari

Editor: Guntur Widyanto

Ambil Paspor Boleh Diwakilkan, Ini Syaratnya!

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menyediakan layanan pengambilan paspor melalui perwakilan bagi pemohon yang berhalangan hadir pada jadwal pengambilan. Layanan tersaebut dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Pengambilan paspor melalui perwakilan hanya dapat dilakukan setelah seluruh tahapan permohonan paspor dinyatakan selesai oleh petugas. Pada saat pengambilan, petugas imigrasi akan melakukan verifikasi dokumen untuk memastikan kesesuaian data antara pemohon dengan pihak yang mewakili.

Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan, Pangdam Tria Laksono, mengatakan bahwa pengambilan paspor melalui perwakilan memiliki aturan yang cukup ketat mengingat paspor merupakan dokumen negara yang bersifat penting.

“Pengambilan paspor dapat diwakilkan selama persyaratan sesuai SOP dipenuhi. Verifikasi ini penting untuk memastikan paspor diserahkan kepada pihak yang berhak dan sesuai dengan data pemohon,” ujar Pangdam.

Adapun beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam proses pengambilan paspor yang diwakilkan antara lain KTP elektronik pemilik paspor, Kartu Keluarga, surat kuasa bermeterai Rp10 ribu, serta lembar pengantar pengambilan paspor.

Namun apabila pihak yang mewakili masih berada dalam satu Kartu Keluarga dengan pemilik paspor, cukup melampirkan Kartu Keluarga sebagai dokumen pendukung.

Pangdam mengimbau masyarakat untuk memastikan kelengkapan dokumen sebelum datang ke kantor imigrasi agar proses pengambilan paspor dapat berjalan tertib dan lancar.

Melalui penerapan prosedur tersebut, Kantor Imigrasi Karawang berkomitmen memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan serta ketertiban administrasi keimigrasian.

 

Penulis: Herrisya Puja Meidina

Editor: Guntur Widyanto

Tak Perlu Gugup, Ini Tips Lolos Wawancara Paspor dari Imigrasi Karawang

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang memberikan sejumlah tips kepada masyarakat agar proses wawancara dalam permohonan paspor dapat berjalan lancar dan tanpa rasa gugup.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Madriva Rumadyo Gusmaritno, menjelaskan bahwa wawancara merupakan tahapan standar dalam proses pembuatan paspor yang bertujuan untuk mencocokkan data serta memastikan informasi yang disampaikan pemohon sesuai dengan dokumen yang dilampirkan.

“Wawancara bertujuan untuk mencocokkan data dan memastikan informasi yang disampaikan pemohon benar serta sesuai dengan dokumen yang dilampirkan. Jadi tidak perlu merasa tegang selama keterangan yang diberikan jujur dan konsisten,” ujar Madriva, Selasa (3/3).

Ia menyarankan agar pemohon memahami tujuan pembuatan paspor, menyiapkan dokumen dengan lengkap, serta menjawab pertanyaan petugas secara jujur, singkat, dan jelas. Sikap tenang serta datang tepat waktu juga dapat membantu proses wawancara berjalan lebih lancar.

Menurutnya, tahapan wawancara bukan untuk mempersulit pemohon, melainkan sebagai bagian dari verifikasi administrasi sekaligus upaya mencegah penyalahgunaan paspor.

Dengan persiapan yang baik dan informasi yang disampaikan secara jujur, proses wawancara paspor diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan tertib.

 

Penulis: Ken Shania Aurora

Editor: Guntur Widyanto