Imigrasi Karawang Gelar Donor Darah Peringati Hari Bakti Kemenimipas

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengadakan kegiatan donor darah pada Jumat (14/11) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor tersebut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang dan diikuti oleh seluruh pegawai Imigrasi Karawang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, turut berpartisipasi sebagai pendonor.

Andro menyatakan bahwa pelaksanaan donor darah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya di bidang keimigrasian tetapi juga dalam kegiatan sosial. Ia mengapresiasi keterlibatan pegawai dan petugas PMI dalam kegiatan tersebut.

Pihak Imigrasi Karawang menyebut kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi sosial instansi.

18 Kantor Imigrasi Baru Segera Hadir di Berbagai Provinsi Indonesia

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi membentuk 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi. Keputusan tersebut didasari oleh Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dengan Surat Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tanggal 04 November 2025. Pembentukan kantor-kantor imigrasi baru bertujuan untuk mendekatkan akses layanan paspor, izin tinggal dan layanan keimigrasian lainnya kepada masyarakat, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA). Selain itu, pembentukan kantor imigrasi baru diharapkan memperluas dan memperkuat pengawasan dan  penindakan keimigrasian.

Kedelapan belas kantor imigrasi baru tersebut antara lain:

  1. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah
  2. Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Provinsi Jawa Tengah
  3. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta
  4. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Purworejo, Provinsi Jawa Tengah
  5. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat
  6. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Garut, Provinsi Jawa Barat
  7. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal, Provinsi Jawa Tengah
  8. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu
  9. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan
  10. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan
  11. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bone, Provinsi Sulawesi Selatan
  12. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
  13. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato, Provinsi Gorontalo
  14. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Padang Sidimpuan, Provinsi Sumatera Utara
  15. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung, Provinsi Bali
  16. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tabanan, Provinsi Bali
  17. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara
  18. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat

“Pembentukan kantor-kantor baru ini merupakan upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami memastikan bahwa wilayah-wilayah yang  selama ini dinilai memiliki kebutuhan layanan keimigrasian yang signifikan dapat terakomodasi dengan baik,” ungkap Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman.

Saat ini, jumlah kantor imigrasi di seluruh Indonesia telah mencapai 133 unit. Dengan bertambahnya 18 kantor imigrasi baru, Ditjen Imigrasi akan memiliki 151 kantor  imigrasi di seluruh Indonesia. Penambahan kantor imigrasi ini tidak hanya berdampak positif bagi WNI dalam memperoleh layanan paspor dan keimigrasian, tetapi juga meningkatkan layanan bagi WNA yang berada di Indonesia, terutama dalam hal izin tinggal, koordinasi keimigrasian dan tanggapan terhadap pelanggaran. Semakin luasnya jangkauan kantor imigrasi juga memungkinkan pengawasan dan penindakan keimigrasian dilakukan secara lebih tajam dan merata ke seluruh pelosok wilayah.

“Dengan hadirnya kantor-kantor baru, kami yakin layanan imigrasi akan semakin prima dan pemerataan pelayanan keimigrasian di seluruh Indonesia dapat terwujud. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan, pengawasan, dan sinergi antarlembaga agar tugas keimigrasian dapat berjalan secara optimal,” tutup Yuldi Yusman.

Imigrasi Karawang Gelar Rapat Monev Desa Binaan, Bahas Perluasan Program di Purwakarta

PURWAKARTA – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengadakan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Desa Binaan Imigrasi di Hotel Harper, Purwakarta, Rabu (12/11). Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Purwakarta sekaligus membahas perluasan lokus program pada tahun mendatang.

Rapat tersebut diikuti oleh perangkat desa dari Kecamatan Plered, yakni Desa Citeko, Citeko Kaler, Sindangsari, dan Plered. Desa-desa ini merupakan wilayah kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi fokus pembinaan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Karawang, Andro Eka Putra, menegaskan komitmen jajarannya dalam memperluas penyebaran informasi keimigrasian guna melindungi masyarakat dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

“Kehadiran Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Purwakarta sangat kami apresiasi. Program ini menjadi perpanjangan tangan Imigrasi Karawang dalam menjangkau masyarakat desa,” ujar Andro.

Ia menambahkan bahwa pada 2025, Desa Citeko telah menjadi lokus pertama Desa Binaan Imigrasi di Purwakarta, dan ke depan program ini diharapkan dapat diperluas ke desa lain agar informasi keimigrasian tersampaikan secara lebih merata.

Ketua Panitia Desa Binaan Imigrasi, Madriva Rumadyo Gusmaritno, memaparkan perkembangan program di Desa Citeko, termasuk alur pembentukan dan capaian selama tahun 2025. Kepala Desa Citeko, Riyan Abdillah, juga menyampaikan laporan teknis penyelenggaraan program di wilayahnya.

Rapat ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang memberi kesempatan kepada perangkat desa untuk menyampaikan pertanyaan maupun masukan terkait pelaksanaan program.

Imigrasi Karawang berharap program Desa Binaan Imigrasi dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Purwakarta, terutama dalam upaya pencegahan TPPO dan TPPM.

Peringati Hari Bakti Kemenimipas, Imigrasi Karawang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kantor Imigrasi

KARAWANG — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 2025, Selasa (11/11).

Kegiatan yang berlangsung di kantor imigrasi tersebut terbuka untuk masyarakat umum, termasuk pemohon paspor yang sedang mengurus layanan keimigrasian.

Layanan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Karawang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen instansi dalam memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebagai wujud komitmen pelayanan prima, kami bekerja sama dengan Puskesmas Karawang untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan konsultasi kesehatan gratis dengan petugas medis yang hadir. Program ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang datang ke kantor imigrasi.

Imigrasi Karawang Peringati Hari Pahlawan, Tekankan Nilai Perjuangan dalam Pelayanan Publik

KARAWANG – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menggelar upacara di halaman kantor pada Senin (10/11). Kegiatan yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku – Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” ini diikuti oleh seluruh pegawai, siswa magang, serta mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi dimulai dengan pengibaran bendera merah putih dan diakhiri dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur membela tanah air.

Dalam amanatnya, Andro menegaskan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan melalui pengabdian dan integritas dalam memberikan pelayanan publik.

“Di era modern ini, menjadi tugas kita untuk meneruskan perjuangan pahlawan dengan mengabdi dan memberikan pelayanan yang jujur, adil, dan berintegritas bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.

Melalui momentum Hari Pahlawan ini, jajaran Kantor Imigrasi Karawang diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada nilai-nilai pengorbanan dan semangat kebangsaan para pahlawan.

Imigrasi Karawang Ajak PWI Lihat Langsung Layanan Keimigrasian Lewat Press Tour

KARAWANG – Dalam upaya mempererat sinergi dengan insan pers, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mengundang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang dalam kegiatan Press Tour pada Jumat (7/11).

Kegiatan yang digelar di Kantor Imigrasi Karawang tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada para wartawan mengenai alur dan prosedur pelayanan keimigrasian. Para peserta diajak meninjau proses layanan paspor, pelayanan bagi orang asing, serta tahapan pemeriksaan dalam pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Madriva Rumadyo Gusmaritno, membuka kegiatan tersebut di aula kantor. Ia berharap sinergi dengan media dapat memperkuat penyebaran informasi publik terkait layanan imigrasi.

“Rekan-rekan PWI bisa melihat langsung tata cara dan prosedur layanan di Kantor Imigrasi Karawang agar dapat menyampaikannya kepada masyarakat secara jelas dan aktual,” ujar Madriva.

Selain tur keliling layanan, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab antara petugas imigrasi dan peserta PWI mengenai kebijakan serta inovasi pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Karawang berharap kerja sama dengan PWI semakin kuat sehingga informasi keimigrasian dapat tersampaikan secara edukatif dan transparan kepada masyarakat.

Inovasi Pelayanan: Imigrasi Karawang Terbitkan Paspor Darurat untuk Pasien Rawat Inap

KARAWANG — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang memberikan layanan Emergency Passport kepada seorang pemohon yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Kecamatan Cikampek, Karawang, Jumat (7/11). Petugas imigrasi mendatangi rumah sakit tersebut untuk melakukan pengambilan foto dan data biometrik karena pemohon tidak memungkinkan hadir langsung ke kantor imigrasi.

Layanan Emergency Passport merupakan fasilitas bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat sehingga tidak dapat mengikuti proses wawancara dan pengambilan foto di kantor imigrasi. Program ini menjadi bagian dari komitmen pelayanan prima Imigrasi Karawang.

“Suami saya sedang dirawat dan didatangi langsung ke rumah sakit untuk membuat paspor,” ujar Kristia, istri pemohon.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, menyatakan bahwa layanan tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen perjalanan dalam situasi mendesak. “Melalui program inovasi ini, kami harap dapat membantu masyarakat yang ingin membuat paspor namun terhalang kondisi darurat,” ujarnya.

Imigrasi Karawang Terima Kunjungan IWOI, Bahas Pelayanan dan Sinergi Publikasi Keimigrasian

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menerima kunjungan dari Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Karawang pada Rabu (5/11).

Kunjungan tersebut berlangsung di aula kantor dan dihadiri oleh Plh. Kepala Kantor Imigrasi Karawang Pangdam Tria Laksono beserta jajaran pejabat struktural.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak menggelar audiensi membahas berbagai isu terkait pelayanan keimigrasian, termasuk maraknya jasa pihak ketiga dalam pembuatan paspor.

Pangdam menegaskan bahwa seluruh proses pembuatan paspor dilakukan secara mandiri melalui aplikasi M-Paspor tanpa keterlibatan pihak ketiga.

“Kantor Imigrasi Karawang menegaskan bahwa proses pembuatan paspor dilakukan secara mandiri melalui aplikasi M-Paspor tanpa adanya pihak ketiga,” ujar Pangdam.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menindak tegas praktik percaloan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan bebas pungutan liar.

Selain membahas pelayanan keimigrasian, pertemuan tersebut juga menjajaki potensi kerja sama antara Imigrasi Karawang dan IWOI di bidang publikasi serta edukasi informasi kepada masyarakat.

“Kami berharap sinergi dengan IWOI dapat memperluas jangkauan edukasi dan informasi keimigrasian agar masyarakat semakin paham tentang imigrasi,” pungkas Pangdam.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, menandai komitmen kedua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pelayanan publik yang informatif dan akuntabel.

Hadiri Rapat Anev, Kepala Imigrasi Karawang Paparkan Capaian Kinerja Triwulan III

BOGOR – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra menghadiri Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Periode Triwulan III Tahun 2025, yang diselenggarakan di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Senin (03/11).

Dalam kegiatan tersebut, Andro memaparkan sejumlah capaian yang telah diraih oleh Kantor Imigrasi Karawang sepanjang tahun 2025.

“Hingga Oktober ini Imigrasi Karawang telah menerbitkan 37.907 paspor, termasuk 3.502 paspor bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ujarnya.

Sementara itu untuk layanan Warga Negara Asing (WNA), Kantor Imigrasi Karawang telah melayani sebanyak 2.667 permohonan. Mulai dari perpanjangan izin tinggal, alih status, affidavit, dan berbagai jenis pelayanan lainnya.

Andro menambahkan, untuk bidang intelijen dan penindakan keimigrasian, Kantor Imigrasi Karawang telah melaksanakan 204 kegiatan, seperti Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), pendetensian hingga deportasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, menyampaikan apresiasinya atas capaian kinerja seluruh satuan kerja selama periode triwulan III tahun ini.

“Secara umum kinerja Imigrasi di Jawa Barat menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan rata-rata realisasi anggaran 80% dan PNBP yang melampaui target,” pungkasnya.

Majalah Perdana Imigrasi Karawang Tahun 2025 Paparkan Kilas Balik Pembentukan Desa Binaan

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang merilis majalah CAKRA (Catatan Imigrasi Karawang) tahun 2025 dengan judul “Kantor Imigrasi Karawang Optimalkan Pelayanan dan Pengawasan melalui Program Desa Binaan”. Edisi kali ini ini mengangkat tema Desa Binaan Imigrasi sebagai sarana pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, menjelaskan bahwa keberadaan Desa Binaan Imigrasi merupakan komitmen Imigrasi Karawang dalam melindungi masyarakat dari ancaman TPPO dan TPPM. Melalui kegiatan pembinaan, edukasi, dan sosialisasi, Imigrasi Karawang berupaya untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki kesadaran hukum keimigrasian.

“Program ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan berkeadilan di bidang keimigrasian,” ujar Andro (4/11).

Seluruh alur pembentukan Desa Binaan Imigrasi ini dikemas ke dalam majalah CAKRA. Andro menyampaikan, majalah ini tersedia untuk umum dan dapat diakses oleh masyarakat secara gratis.

“Semoga kehadiran publikasi ini dapat menjadi inspirasi dan sumber informasi bagi semua pihak dalam memahami pentingnya peran bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan keimigrasian,” pungkasnya.