Imigrasi Karawang Perkuat Kedisiplinan Pegawai melalui Apel dan Sistem Reward–Punishment
KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang terus berkomitmen dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai sebagai bagian dari upaya optimalisasi kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan apel pagi dan akan diadakannya apel sore sebagai sarana monitoring kehadiran serta kesiapan pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi.
Kepala Subbagian Tata Usaha, Yovita Mahendrakasih mengatakan, kehadiran dalam berbagai kegiatan internal seperti bimbingan rohani dan olahraga juga menjadi indikator dalam menilai tingkat kedisiplinan pegawai. Partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan.
“Jika terdapat pegawai yang memiliki tingkat kehadiran rendah, maka akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab serta menentukan langkah pembinaan yang tepat,” ujarnya, Selasa (31/3).
Lebih lanjut, Yovita menjelaskan, untuk mendorong peningkatan kinerja, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menerapkan sistem reward dan punishment secara proporsional. Pegawai yang menunjukkan kinerja dan kedisiplinan yang baik diberikan penghargaan sebagai pegawai teladan melalui mekanisme penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan serta melibatkan proses voting. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja serta memperkuat budaya kerja yang positif.
“Secara umum, tingkat kedisiplinan pegawai di Kantor Imigrasi Karawang dinilai berada pada kategori baik. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat partisipasi pegawai dalam apel dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan,” jelasnya.
Yovita menegaskan, kedisiplinan harus dimulai dari diri sendiri. pembentukan kedisiplinan merupakan proses yang memerlukan konsistensi dan komitmen.
“Disiplin itu berawal dari diri kita sendiri. Setiap individu merupakan pemimpin bagi dirinya, sehingga harus mampu mengendalikan diri, melawan rasa malas, dan mengelola waktu dengan baik. Dengan demikian, kedisiplinan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi lingkungan kerja,” tutupnya.
Penulis: Citra Firza Azizah
Editor: Guntur Widyanto


